Wilujeng Sumping Ka Sadayana....

smansasukabumi.com

tempat ngariung alumni smansa sukabumi

Duh, Aid Merambah Sukabumi

Pikiran Rakyat menurunkan berita tentang jumlah penderita AIDS di Sukabumi. Ini benar-benar Pikiraneun Rakyat. :)

Penderita AIDS di Sukabumi Bertambah

Selasa, 01 Desember 2009

SUKABUMI, (PRLM).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Selasa (1/12) mengungkapkan jumlah penderita AIDS/HIV terus bertambah. Jumlah penderita HIV/AIDS hingga akhir November 2009 ini, tercatat 357 orang. Padahal pada Juni lalu, jumlah penderita baru mencapai sekitar 317 orang.

“Peningkatan cukup signifkan. Tidak menutupkemungkinan jumlah penderita HIV akan terus bertambah,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, dr. Ritta Fitrianingsih.

Lebih jauh Fitrianingsih mengungkapkan rata-rata penderita AIDS/HIV di Kota Sukabumi rata-rata berusia produktif. Bahkan terdapat dua puluh empat penderita diduga terinspeksi HIV. “Bahkan belum lama ini seorang balita meninggal dunia karena positif mengidap virus ,” tukasnya.

Diduga sebagian besar balita tersebut tertular virus dari ibunya ketika saat dilahirkan. Apalagi penularan virus sangat rentan menimpa bayi ketika dilahirkan ibunya. Orangtua mereka merupakan pasangan suami istri (Pasutri) masih berusia muda. “Sebagian besar pasangan itu, merupakan pasutri pemakai narkoba dengan menggunakan jarum suntik,” kata Ritta.

Kompas: Properti Sukabumi Terkendala Infrastruktur

Sukabumi, Kompas – Pengembangan properti di Sukabumi terkendala infrastruktur jalan. Ketersediaan jalan yang memadai dinilai akan menjadi daya ungkit bisnis properti, terutama di kawasan pengembangan permukiman.

Kepala Seksi Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Sukabumi Baban Nurbana, Kamis (12/11), mengatakan, kawasan hunian baru di Kota Sukabumi diarahkan ke Kecamatan Lembursitu, Cibeureum, dan Baros. “Kawasan lain di pusat kota sudah sangat padat sehingga ketiga kecamatan itu menjadi pilihan yang pas karena masih relatif sepi,” kata Baban.

Pemerintah Kota Sukabumi optimistis pengembangan kawasan hunian atau permukiman ke ketiga kecamatan di bagian selatan Kota Sukabumi itu mampu mendongkrak aktivitas ekonomi. “Logikanya, kalau suatu kawasan jadi daerah permukiman, aktivitas ekonomi pasti akan meningkat dari sebelumnya,” katanya.

Pengembangan kawasan hunian ke arah selatan itu juga ditunjang rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat jalan lingkar selatan Kota Sukabumi. Jalan lingkar selatan itu semula hanya menyambungkan Jalan Palabuhan II dan Jalan Didi Sukardi sepanjang sekitar 3 kilometer. Namun, Pemprov Jabar berencana memperpanjang jalur lingkar luar Kota Sukabumi itu dari pertigaan Jalan Didi Sukardi ke batas Kota dan Kabupaten Sukabumi di bagian timur serta dari Jalan Palabuhan II hingga ke Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, di bagian barat.

Seharusnya perpanjangan jalur lingkar luar itu sudah selesai sejak beberapa tahun lalu, tetapi hingga kini masih dalam proses. “Ini menyebabkan pengembangan kawasan permukiman baru di tiga kecamatan itu tersendat karena masyarakat yang akan menempati rumah pasti menghitung waktu untuk beraktivitas,” ujar Baban.

Mundurnya penyelesaian jalur lingkar selatan itu menyebabkan masyarakat Sukabumi menunda rencana pembelian rumah di kompleks perumahan di tiga kecamatan yang menjadi basis pengembangan hunian baru itu. Kondisi ini masih diperburuk oleh belum jelasnya realisasi pembangunan ruas Tol Ciawi-Sukabumi-Cianjur-Padalarang.

Jalan tol

Inzar Firmansyah dari Bagian Legal Perumahan Sindang Palay Asri, mengaku, tanpa akses tol itu, sulit berharap bahwa perumahan di Sukabumi akan diminati warga Jakarta dan sekitarnya. “Sukabumi sebetulnya merupakan daerah transit yang menyenangkan karena udaranya sejuk dan banyak tempat rekreasi. Namun, kemacetan jalan menyebabkan orang menjadi malas ke Sukabumi,” ujarnya.

Kemacetan di beberapa titik, di antaranya Pasar Cisaat, Pasar Cibadak, sejumlah pabrik di Parungkuda, Pasar Cicurug di Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah titik di Bogor, membuat waktu tempuh dari Ciawi ke Sukabumi yang hanya berjarak sekitar 100 kilometer itu menjadi tiga hingga empat jam, bahkan lebih, menggunakan kendaraan roda empat.

Area Business Manager Bank Internasional Indonesia Novizal Barmawi Miin mengatakan, akses infrastruktur ke wilayah permukiman baru memang amat memengaruhi prospek bisnis properti di Sukabumi. “Sejauh ini saya melihat bisnis properti di Kota Sukabumi belum terlalu bagus. Namun, saya yakin kalau akses tol itu selesai dibangun, bisnis properti pasti akan bergairah karena permukiman di Jakarta dan sekitarnya sudah sangat jenuh,” kata Novizal.

Di BII, segmen bisnis pembiayaan kepemilikan rumah hanya sekitar 10 persen dari nilai kredit yang dikucurkan. “Kalau akses tol itu terealisasi, barangkali segmen pembiayaan kepemilikan rumah ini bisa meningkat,” ungkapnya. (aha) Sumber: Kompas

174Perhaps, making your own avatar and that will be used for editing your photo is still rare this time. But guys, you do not worry because of now I would to write the information about it or it is related with photo editing. The site’s name is PicJoke.Com and you can visit them by click at http://en.picjoke.com. What is the interesting from this site? At here, you can make your funny collage photo by using various effects. If you like your original photo to be edited by using collage maker, you can get it at here. Besides that, you can make your own sketch.

173What about copyright? Do not scare about copy right because we are no plagiarizing the content but the thing that we should do is to make the sample to be our inspiration. This information recommends as well for people who do not have time to edit their photo or people who want to edit their photo but they cannot. Therefore, for people who love photo editing or people who want to remake their photos, this website can be your alternative to visit this collage studio while you are browsing. So, I hope you are happy to try it. 183

Hasil Quick Survey Smansa

Download hasil survei dalam format excel di sini

peluang bisnis sampingan

abdi alumni 2006… pokona mah smansa is the best…

kanggo rerencangan sadaya nu minat pnya usaha bisnis sampingan