Terkenang Sukabumi, Desi, dan Mak Erot
Sebenarnya lumayan banyak ikon yang melekat dengan Sukabumi. Mulai dari Gunung Gede, Pantai Pelabuan Ratu, Sungai Citarik tempat arung jeram, hingga kue moci yang sampai sekarang bungkusnya tetap dari bambu itu. Tapi tidak akan lengkap jika menyebut nama Sukabumi tanpa mengabsen nama Desi Ratnasari dan (alm) Mak Erot.
Desi Ratnasari cukup lama menjadi artis ngetop di negeri ini. Film-film layar lebar yang dibintangi Desi sejak SMA membuat namanya melambung tinggi. Saat industri film tenggelam, Desi pindah panggung ke dunia sinetron. Sebagai artis, kehidupannya semakin dikenal publik setelah dia beberapa kali gagal mempertahankan bahtera rumah tangga. Meski terkenal kurang ramah dengan pekerja media, tapi publik umumnya tahu kalau Desi adalah artis asal Sukabumi.
Tapi belakangan sang artis kalah pamor dari “artis” lain pendatang baru. Dia adalah Mak Erot, yang karena sekarang sudah tiada, banyak yang menyebutnya sebagai legenda bagi kaum pria. Berbeda dengan legenda Nyi Roro Kidul –yang sama-sama menghuni pantai selatan– Mak Erot adalah legenda masa kini. Konon banyak lelaki kehilangan dan bergumam: Oh, Mak Erot Jasamu Tiada Tara!
Boleh dibilang, “value” legenda asal Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, itu memang lebih tinggi ketimbang Desi. Jika keartisan Desi tak bisa dipindahtangankan, “brand” Mak Erot justru terus hidup karena diwariskan kepada anak-anaknya. Tak heran, sejumlah berita melaporkan, ribuan pelayat hadir saat mengantarkan Mak Erot ke peristirahatan terakhir.
Jadi, saat terkenang Sukabumi, teringat Desi atau Mak Erot nih?

3 Comments